Peningkatan Sensitivitas Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Yang Mengalami Neuropati Diabetikum Melalui Latihan Senam Ergonomik

  • MARIA SELANO STIKes St. Elisabeth Semarang
  • Suhadi STIKes St. Elisabeth Semarang
  • Maria Theresia Priyastuti STIKes St. Elisabeth Semarang

Abstract

Latar belakang :Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Jika dibandingkan dengan tahun 2013, prevalensi DM berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umum ≥ 15 tahun hasil Riskesdas 2018 meningkat menjadi 2 %. Hiperglikemia dapat berdampak  buruk     pada berbagai macam organ tubuh  seperti neuropati diabetik, ulkus kaki,  retinopati  diabetik, nefropati diabetik dan gangguan pembuluh darah. Senam ergonomik adalah salah satu dari berbagai macam aktivitas fisik yang paling efektif diberikan kepada penderita diabetes dengan keluhan kurangnya tingkat sensitivitas kaki karena aktivitas senam ergonomik mempunyai manfaat meningkatkan sensitivitas kaki, memperlancar sirkulasi darah, memperkuat otot – otot kecil, mengatasi keterbatasan gerak sendi, mencegah terjadinya kelainan kaki dan meningkatkan kebugaran.

Tujuan : Tujuan dari pemberian senam ergonomik ini adalah untuk meningkatkan sensitivitas kaki pasien diabetes melitus yang mengalami neuropati diabetikum sebanyak 20 pasien pada tanggal 06 Juli – 19 Juli 2019.

Metode : Prosedur pelaksanaan yaitu pertama menjelaskan kepada pasien mengenai tujuan dalam pemberian latihan fisik senam ergonomik yaitu untuk meningkatkan sensitivitas kaki pada penderita neuropati diabetikum, menjelaskan cara kerja, melakukan pemeriksaan sensitivitas kaki dengan menggunakan monofilament test sebelum dilakukan senam ergonomik, melakukan senam ergonomik 1 kali sehari selama 14 hari dan pada hari terakhir melakukan test sensitivitas kaki dengan menggunakan monofilament test.

Hasil yang diperoleh yaitu terdapat peningkatan sensitifitas kaki pada pasien diabetes mellitus yang mengalami neuropati diabetikum dengan hasil rata – rata peningkatan sensitivitas kaki kiri setelah dilakukan senam ergonomik 1 kali sehari selama 14 hari sebesar 8,55 dan rata – rata peningkatan sensitivitas kaki kanan setelah dilakukan senam ergonomik 1 kali sehari selama 14 hari sebesar 8,5.

 

Published
2021-10-27
Section
Articles