Gencar Pemberian Asi Eksklusif Guna Mencegah Stunting pada Anak Di Dusun Santan Kecamatan Pajangan Bantul

  • Yuni fitriana Fitriana Stikes akbidyo yogyakarta
  • Isabella Rahmawati
  • Riadini Wahyu Utami

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan fisik, otak dan organ lainnya diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis pada 1000 Hari Pertama Kehidupan ditandai dengan tubuh anak terlalu pendek untuk usianya. Pada tahun 2019 kasus tertinggi stunting sebanyak 244 bayi berada di Wilayah Kecamatan Panjangan Kabupaten Bantul Propinsi D.I.Yogyakarta. Masalah  stunting  lebih  banyak  dibandingkan masalah kurang gizi lainnya. Kejadian stunting  dipengaruhi  oleh  berat  badan  saat lahir rendah,  asupan  gizi  balita,  pemberian  ASI, riwayat penyakit infeksi, pengetahuan gizi  ibu balita,  dan pendapatan  keluarga yang rendah, namun  faktor  yang  paling  dominan adalah  pemberian  ASI. Upaya pemerintah dalam pencapaian penurunan prevalensi stunting melalui program pemberian ASI Eksklusif, namun dalam pelaksanaan ASI eksklusif menemui beberapa hambatan yaitu tersedianya susu formula, ibu menyusui yang bekerja dan kemampuan teknik menyusui serta rasa percaya diri yang kurang. ASI tidak dapat diganti dengan susu formula dalam kondisi apapun namun karena harus bekerja maka sulit memberikan ASI eksklusif. Oleh karena itu perlunya memberdayakan Kader Kesehatan untuk mendampingi dan melakukan advokasi agar ASI tetap diberikan meski ibu bekerja. Hal tersebut melatarbelakangi perlunya kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan memberdayakan Kader Kesehatan guna mencegah Stunting pada Anak dengan Pendampingan pemberian ASI Eklusif Di Dusun Santan Kecamatan Pajangan Bantul. Metode dalam kegiatan ini adalah pretest untuk mengukur pengetahuan kader tentang ASI Ekslusif dan Teknik menyusui yang benar, seminar dan diskusi tentang ASI eksklusif, simulasi teknik menyusui, cara memerah ASI, cara menyimpan ASI dan menghangatkan ASI dingin/beku sebelum diberikan pada bayinya. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan, hal ini tampak peserta aktif pada saat diskusi, dan simulasi. Para kader memperhatikan dan mempraktikkan gerakan teknik menyusui menggunakan media boneka bayi. Para peserta menjadi lebih paham akan pentingnya ASI Eksklusif, mampu mempraktikkan Teknik menyusui yang benar, mampu memerah ASI dengan benar yang terjaga kebersihannya, memahami cara menyimpan ASI tetap baik dan mampu menyajikan ASI dingin/beku sebelum diberikan pada bayi. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi Kader sebagai promotor masayarakat khusunya pendampingan dan memotivasi ibu menyusui berhasil memberikan ASI Ekslusif dan berlanjut hingga 2 tahun meskipun bekerja sehingga dapat mencegah dan mengatasi stunting pada anak.  

KATA KUNCI Stunting; ASI Ekslusif; Kader kesehatan

Published
2021-05-13
Section
Articles