Edukasi Dan Pemeriksaan Kadar Gula Darah Sebagai Upaya Skrining Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 Di Padukuhan Medelan, Sumberagung, Jetis, Bantul

Authors

  • Nurul Hadi Prodi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
  • Rikhaturhohmah Prodi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
  • Suci Natasya Juwita Prodi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
  • Vera Dian Apsella Putri Prodi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
  • Amalia Nurjanah Prodi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
  • Fira Miranda Prodi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
  • Citalantik Gunarti Prodi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
  • Jesika Tania Prodi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
  • Meistina Ester Amelia Prodi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
  • Ni Komang Septi Juniawati Prodi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
  • Mardiana Puji Lestari Universitas Jenderal Achmad Yani

DOI:

https://doi.org/10.30989/jice.v7i2.1668

Keywords:

Diabetes Mellitus Tipe 2, Lansia, Skrining Gula Darah, Promosi Kesehatan

Abstract

Populasi lanjut usia (lansia) di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat, dan kondisi kesehatan yang baik pada lansia sangat penting untuk mengurangi beban pada penduduk usia produktif. Salah satu masalah kesehatan yang sering dihadapi lansia adalah diabetes melitus (DM), yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik. Di Kabupaten Bantul sendiri, pada tahun 2024 tercatat terdapat 1.556 orang penderita diabetes. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan melakukan skrining penyakit DM tipe 2 dan bagaimana penatalaksanaan penyakit yang tepat. Metode yang digunakan adalah pendekatan door to door untuk memeriksa kadar gula darah sewaktu dan memberikan edukasi tentang pentingnya penggunaan obat DM yang tepat dan menjaga pola hidup sehat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 1 dari 10 peserta (10%) memiliki kadar GDS di atas batas normal (≥200 mg/dL), sementara 9 peserta lainnya (90%) berada dalam rentang normal, meskipun 4 di antaranya memiliki kadar GDS yang mendekati ambang batas dan tergolong berisiko tinggi. Seluruh peserta telah mendapatkan edukasi secara langsung mengenai penatalaksanaan DM tipe 2, pentingnya pemantauan kadar gula darah secara rutin, dan penerapan pola hidup sehat. Kegiatan ini memiliki keterbatasan karena belum menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta secara objektif, sehingga hal tersebut direkomendasikan untuk diterapkan pada kegiatan serupa di masa mendatang. Diperlukan tindak lanjut berupa kunjungan rutin dan kerja sama dengan puskesmas setempat untuk memastikan lansia mendapatkan perawatan yang tepat. Sehingga prevalensi diabetes melitus di Padukuhan Medelan dapat dikurangi dan kualitas hidup lansia dapat ditingkatkan.

Published

2025-09-30

How to Cite

[1]
N. Hadi, “Edukasi Dan Pemeriksaan Kadar Gula Darah Sebagai Upaya Skrining Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 Di Padukuhan Medelan, Sumberagung, Jetis, Bantul”, J. Innov. Community Empower., vol. 7, no. 2, pp. 115–120, Sep. 2025.