PEMODELAN PEMILIHAN BIBIT TANAMAN MELON (CUCUMIS MELO C) MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES STUDI KASUS KELOMPOK PETANI MELON “TANI MULYO”

  • Dayat Subekti Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
  • Kusrini Kusrini
  • Sudarmawan Sudarmawan
Keywords: Melon, Varian, K-Fold Cross Validation, Kriteria dan Naïve Bayes

Abstract

Kebutuhan tentang buah bagi kesehatan sangat diperlukan tubuh, karena kandungan vitamin dalam tubuh  salah satu buah melo, selain kandungan vitamin A dan C yang ada dalam buah melon, buah melon tidak mengandung lemak dan kolesterol juga rendah kalori. Kebutuhan konsumsi buah melon dari tahun meningkat dan dapat dipastikan untuk petani melon lokasi belum bisa memenuhi konsumsi untuk dalam negeri. Cara pemilihan bibit dalam menanam melon menjadi salah satu kendala dalam keberhasilan menanam melon, disebabkan tidak memperhatikan kriteria yang menjadi prioritas utama pada varian bibit melon. Pengolahan data yang digunakan dalam menganalisa data adalah Algoritma Naïve Bayes. Kriteria pemilihan bibit dipengaruhi oleh masa tanam, tingkat kemanisan, berat buah dan daya cambah benih. Kriteria-kriteria yang sisebutkan dijadikan sebagai attibut dalam menentukan hasil akhir dari pemilihan bibit melon.  Hasil akhir setelah diadakan pengolahan data adalah nilai untuk varian bibit yang diterima yaitu sebesar 53,8%, dan yang tidak diterima sebesar 46,2%, varian yang memiliki angka probabilitas paling tinggi yaitu pada varian bibit Suny Red M267 dan Sonya yaitu pada nilai 0,107.

Published
2019-04-25